Reptile, khususnya ular

dipandang sebagai salah satu sumber kekayaan keanekaragaman hayati yang

memiliki fungsi dan peran tersendiri dalam kehidupan.

Pengetahuan tentang ular ini diharapkan menjadi salah satu upaya

pelestarian terhadap keanekaragaman hayati khususnya ular.

Biolog iUlar

1. Pengukuran ular

2. Sisik Ular dan Pewarnaan

keterangan:

A.Lebar kepala     C. Panjang tubuh   E. Panjang ekor

B.Panjang kepala D. Diameter tubuh   F. Diameter ekor

rata-rata panjang ular 10mm – 9000 mm

Sisik yang dimiliki oleh ular adalah sisik yang berkesinambungan antara

yang satu dengan yang lainnya, sisik ini terbentuk atas lapisan tanduk dan pada

masa-masa tertentu akan mengalami kematian, sehingga ular pada 2 bulan

sekali akan mengalami pergantian kulit. Bentuk-bentuk sisik yang dimiliki

seeko rular diantaranya yaitu bulat, memanjang, meruncing, dan berlunas

Sisik di sini berfungsi sebagai lapisan tahan air dan sebagai penahan agar

dirinya merasa tidak kering.

Warna tubuh ular beragam, menyesuaikan dengan lingkungannya. Sama

dengan hewan-hewan yang lain, warna tubuh ini berfungsi sebagai

penyamaran baik untuk mencari mangsa atau melindungi diri dari

presdatornya.Warna ular tidak bisa menunjukkan tingkatan racun bisa yang

dimilikinya.

Mata pada ular tidak memiliki kelopak mata, tapi dilindungi oleh selaput

transparan. Penglihatan ular tidak sejelas penglihatan manusia. Sensor yang

ditangkap adalah bayangan dan sensitif terhadap cahaya.

3. Indera Penglihatan

Ular membaui melalui lubang hidung, yang dilengkapi dengan organ

Jacobson, yaitu suatu cekungan di langit-langit mulut yang berfungsi

“merasakan” udara sekitar. Seekor ular mengeluar-masukkan lidahnya untuk

menangkap molekul bau dan memindahkannya ke organ Jacobson secara

kimiawi (khemoreseptor). Organ Jacobson dilapisi sel-sel yang dapat

menganalisa bau yang diterjemahkan oleh otak.

Lidah menyentuh

organ jacobson

Organ Jacobson

Nostril

Organ

Jacobson

Otak

Lidah menangkap

molekul bau di udara

Syaraf

4. Indera Pembau

bentuk bentuk

sisikular

bentuk bentuk

mata ular

5. Sensor Panas (Pit nose)

6. Tipe Gigi, Taring Bisa, dan Sistem Bisa

Terletak diantara mata dan lubang nostril,

berfungsi untuk mendeteksi panas yang

dikeluarkan oleh makhluk lain yang

berdarah panas (endotermik), dilapisi

oleh lapisan sel yang di sebut

thermoreseptor. Pesan yang disampaikan

ke otak adalah lokasi dan jarak makhluk endotermik. Namun tidak semua

ula rmemiliki organ ini.

PROTEROGLY PHASOLENOGLYPHA

AGLY PHAOPISTHOGLYPHA

tidak memiliki taring bisa,

jenis ular tidak berbisa

memiliki taring bisa yang

pendek yang terletak agak ke

belakang rahang atas

memiliki taring bisa yang

panjang yang terletak di

bagian depan rahang atas

memiliki taring bisa yang

panjang yang terletak di

bagian depan rahang atas

Taring berwarna putih dengan selaput pembungkus taring yang berwarna

putih agak tebal, guna melindungi mulut agar tidak terluka serta

memudahkan ular untuk menelan mangsa. Selaput ini disebut juga

(hymneglypha)

pitnose

lubang

nostril

7. Cara Makan dan Memangsa

Teknik makan pada ular merupakan teknik yang

mengalami modifikasi dengan sempurna, dalam

halini teknik untuk menelan mangsanya, bahkan

sampai mangsa yang ukurannya 10 kali lebih besar

dari kepalanya. Teknik ini berkembang dikarenakan

ular mempunyai ruas tulang belakang lentur yang

terdiri dari sekitar 400 vertebra. Terkecuali

vertebra ekor, semua vertebra tersebut

mempunyai sepasang tulang rusuk. Bagian bawah

tulang rusuk itu tidak menyambung sehingga dapat

merenggang ketika ular menelan mangsa yang

lebih besar.

Sistem Bisa Ular

Kelenjar bisa ular terdiri atas sel-sel aktif yang membentuk protein. Protein

yang sangat aktif dalam suatu reaksi katalisasi hasil sekresi kelenjar bisa ular

umumnya dikenal dengan nama enzim. Karena begitu reaktifnya enzim yang

dihasilkan oleh kelenjar bisa, maka enzim seperti ini sering dinamakan dengan

holoenzim. Holoenzim sebenarnyaterdiri atas dua bagian. Pertama yang

dinamakan apoenzim dan yang kedua disebut koenzim. Apoenzim umumnya

terdiri atas protein, sedangkan koenzim pada bisa ular tidak terdiri atas asam

amino. Gugusan koenzim inilah yang paling aktif dalam reaksi katalisasi.

Istimewanya, gugus aktif dalam proses katalisasi ini (koenzim) pada bisa ular

justru terdiri atas racun (toksin). Secara global, racun yang terikat pada

gugusan koenzim dibagi menjadi dua macam. Pertama, golongan racun yang

bekerja merusakkan reaksi kimia dalam jaringan darah (hemotoksin). Kedua,

golongan racun yang bekerja merusakkan reaksi yang terdapat dalam jaringan

syaraf (neurotoksin).

8. Pergerakan ular

9. Habitat Ular

Menyamping

Serpentin Konsertina

Linear

Tips

Menangkap Ular dengan Aman

Beberapa cara yang biasa dilakukan dalam memegang ular adalah dengan

memakai tongkat ular (hook) atau bisa juga dengan sebatang kayu yang

ujungnya dapat dipakai sebagai penjepit kepala ular tersebut (lihat gambar

berikut ini).

Ketika kita memakai hook untuk menangkap ular, usahakan kita berada di

area terbuka, hal ini dilakukan untuk memperkecil resiko ular menyerang kita.

Untuk jenis ular kecil kita dapat dengan mudah memindahkan ular dengan

cara mengangkat ular secara langsung dengan menggunakan hook. Untuk

jenis ular yang terbilang besar, hook biasa digunakan untuk menekan leher

ular.Usahakan agar ular tidak tercekik.

Jika ular sudah dipastikan dalam posisi aman, posisi tangan yang lain

dengan cepat berada di belakang hook untuk mendapatkan genggaman yang

baik untuk memegang leher ular (lihat gambar berikut ini).

Kemudian hook baru dapat diangkat dari leher ular. Metode ini cukup

efektif untuk jenis ular yang panjangnya mencapai 2,5 m. Untuk jenis ular yang

panjangnya lebih dari 2,5 m menggunakan tali bergagang (loop).

sumber gambar: Lydia A.,S.Si.

rahang ular

ternganga

ligamen yang

meregang

sendi

pintu

beberapa cara ular memangsa

membelit mangsanya menelan langsung menyuntikkan bisa

terlebih dulu

Menurut habitatnya, ular dapat dibagi menjadi 5, yaitu :

a.Ular Air (Aquatik)

Ular air adalah ular yang seluruh hidupnya (melakukan segala

aktifitasnya) di dalam air.

Contoh: Ular laut (Laticauda laticauda)

Ular air yang sesungguhnya hanyalah ular laut.

b.Ular Setengah Perairan (Semi Aquatik)

Ular ini terkadang melakukan aktifitasnya di darat dan di air.

Contohnya: Natrix piscator dan Homalopsis buccata

c.Ular Darat (Terresterial)

Ular ini hidup di darat, dan melakukan seluruh aktifitasnya di darat.

Contoh: Ptyas mucosus dan Elaphe flavolineata

d.Ular Pohon (Arboreal)

Ular jenis ini melakukan seluruh aktifitasnya di pohon (arboreal).

Biasanya ular pohon ekornya prehensil (dapat untuk berpegangan /

bergelantungan)

Contoh: Boiga dendrophila dan Morelia viridis

e.Ular Gurun (Desserticolous)

Ular jenis ini melakukan seluruh aktifitasnya di gurun.

Ular gurun biasanya menyembunyikan diri di bawah pasir untuk

menghindari sengatan matahari.

Contoh: Crotalus artox

Beberapa ciri perbedaan antara ular berbisa

dan tidak berbisa

ab a b

c

-bentuk kepala cenderung oval

-ular tidak berbisa rata-rata

memiliki pupil mata bulat (a)

-hanya ada lubang hidung

/nostril(b)

-sisik-sisiknya terbagi ganda/

berpasangan di bagian

bawah ekornya

-tidak memiliki taring bisa

-bentuk kepala cenderung segitiga

-ular berbisa punya

pupil mata lonjong (a)

-ada lubang terbuka/pit nose ©

dekat lubang hidung/nostril (b)

-sisik-sisiknya tidak terbagi

dibagian bawah ekornya

-memiliki taring bisa

Pengecualian pada jenis Elapidae dan jenis Hydropiidae memiliki

bentuk kepala yang membulat (oval) tetapi memiliki racun yang tinggi.

Contohnya: Cobra, Ular Welang, Ular Weling dan jenis ular laut

Pertolongan Pertama Gigitan Ular

Potong disini

1.Usahakan identifikasi jenis ular apakahjenis berbisa atau tidak.

2.Penting sekali meyakinan korban bahwa kematian akibat terpatuk ular

adalah jarang (kecemasan dan ketakutan korban menyebabkan peredaran

darah menjadi cepat, yang dapat menyebabkan bisa semakin luas

tersebar ke seluruh tubuh.)

3.

Jangan dicuci atau diperluas lukanya.

4.Balut seluas mungkin daerah yg terpatuk, usahakan gunakan kayu

penyangga atau kain penggantung. Daerah yang terpatuk lebih rendah

dari jantung.

5.Usahakan korban secepatnya dibawa ke rumah sakit, puskesmas, atau ahli

pengobatan gigitan ular untuk penanganan lebih lanjut.

6.Usahakan beritahukan kepada dokter kalau korban menderita asma, atau

alergi terhadap suatu obat, atau sudah terlebih dahulu mendapatkan

antivenom.Ini berkaitan dengan efek pemberian antivenom yang akan

diberikan.

SERPIENTE tidak menganjurkan melakukan proses pengeluaran darah dan

racun dengan menyedot melalui mulut. Karena itu sangat beresiko pada si

penolong karena racun dapat mengkontaminasi mulut, gigi, gusi bahkan

tertelan hingga lambung dan usus.

Prinsip pertolongan pertama adalah:

1.menenangkan korban gigitan

2.meringankan rasa sakit, dan

3.berusaha agar bisa tidak terlalu cepat tersebar ke seluruh tubuh.

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan antara lain:

Kebiasaan kurang tepat yang biasa dilakukan ketika sedang

berkemah:

1.Menaburi GARAM di sekitar tenda untuk mengusir ular.

Pada dasarnya garam hanya berpengaruh pada hewan Molusca (bertubuh

lunak).Ular tidak termasuk pada kelompok hewan molusca, meskipun

hidup dengan cara melata. Dan tubuh ular tidak akan terpengaruh oleh

garam karena tertutupi oleh sisik.

2.Membuat API UNGGUN untuk mengusir ular.

Api unggun merupakan cara yang terbaik dalam teknik pengusiran hewan

agar tidak mendekati area perkemahan. Tetapi cara tersebut berpengaruh

hanya pada hewan besar, seperti: Beruang, Harimau, dll.

NAMUN, Hal Yang Dapat Dilakukan:

1.Menaruh IJUK di sekitar tenda.

Karena, pada dasarnya ular akan menyingkir jika terkena benda-benda

tajam. Dan kalaupun tidak merasa terganggu ular akan merasa nyaman

bersembunyi di bawah ijuk, yang paling tidak mencegah masuknya ular ke

dalam tenda.

2.Meminyaki sekitar area perkemahan dengan LARUTAN BERBAU

MENYENGAT untuk mengusir ular.

Larutan yang dimaksud seperti halnya minyak tanah, minyak wangi, dsb.

Cara ini dapat digunakan untuk mengusir ular, biasanya mengakibatkan

banyak ular yang berada dalam sarangnya merasa dirinya terusik akan

keluar dan mencari tempat persembunyian lain.

Jika berjalan di hutan atau di semak-semak rimbun, jejakkanlah kaki kuat-kuat

waktu berjalan. Atau pergunakanlah tongkat kayu yang dapat dipergunakan

untuk memukul-mukul semak-semak sebelum kita lewati. Tindakan seperti ini

biasanya menyebabkan ular lari menghindar.

TANDA-TANDA KERACUNAN BISA ULAR

Bisa neurotoksin memiliki tanda gejala antara lain:

1)kelemahan anggota badan;

2)anak ma

ta membesar, mengantuk, dan ptosis (kelumpuhan pada kelopak

mata);

3)sulit menelan, berbicara, dan kelopak mata menutup;

4)perhatikan dengan teliti, kantuk akibat bisa neurotoksin berbeda dengan

rasa kantuk yang sifatnya alamiah. Rasa kantuk karena bisa datang tibatiba

tanpa didahului oleh menguap.

Bisa hemotoksin memiliki tanda gejala sebagai berikut:

1)sekitar bengkak luka patukan mengeluarkan darah; tes pembekuan darah

mundurdari normal;

2)luka patukan kalau disentuh rasanya sakit sekali;

3)pasien merasa panas dan banyak mengeluarkan keringat;

4)jika pasien disuruh mengeluarkan ludah (sputum) dari paru-paru,

terdapat bercak-bercak darah yang menggumpal (hemoptisis); dan

5)terjadi pendarahan pada gusi.

PUSTAKA:

-Britanica Illustrated Science Staff. 2008. Reptiles and Dinosaurs,Britanica

Illustrated Science Library.

-Lim, F. Leong Keng. 1990. Fascinating Snakes of Southeast Asia: an

Introduction. Tropical Press.Kualalumpur.

The Great Big Book of Snakes &

Reptiles. Annes Publishing Ltd.London.

-Suhono, B. 1986. Ular-ular Berbisa Di Jawa. Antar Kota. Jakarta.

-Taylor, Barbara and Mark O’Shea. 2004.

-Tweedie, M. W. F. 1983. Snakes Of Malaya. The Raffles Museum, Singapore.

Singapore.

About lebahgunung

Kelompok Petualang Gunung dan Rimba Lebah Gunung Adalah Organisasi pecinta Alam

Posted on April 30, 2011, in materi dasar pecinta alam. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: